RSS

Cintaku Itu Kamu Part 2

05 Feb

Ini hanya cerita FIKTIF BELAKA. Maaf kalau jelek, baru pemula. Sekian dan selamat membaca🙂

Dear Diary,

Rasanya aku senang sekali bisa menghabiskan waktu dengan Dicky. Kali ini aku akan menceritakan pengalaman manisku bersama dia. Tetapi aku tidak tahu, apa dia masih ingat atau tidak.

Saat aku dan Dicky berumur 15 tahun, dia sedang bermain denganku. Saat aku ke dapur ingin membuat minum, tiba-tiba gelas yang kupegang jatuh tanpa sengaja. Aku membereskannya dan tanganku tergores, aku meringis kesakitan dan Dicky langsung menghampiriku dan langsung melihat darah yang mengalir deras dari jari telunjuk kananku. Di luar pikiranku, Dicky langsung menghisap darah yang ada di telunjukku itu dan langsung mengobatiku dengan obat P3K yang berada tidak jauh dari tempat aku mengambil gelas. Dia sangat telaten mengobatiku, seperti dokter. Saat dia mengobatiku, aku hanya bisa menatapnya. Entah mengapa aku merasakan sesuatu yang mengganjal, jantungku berdetak lebih kencang. Saat selesai dia mengobatiku, dia langsung tersenyum dan memastikan aku tidak apa-apa. Setelah kejadian itu, aku merasakan sebuah kasih sayang yang begitu besar darinya. Sejak itu, aku merasakan bahwa aku telah jatuh cinta pada dia.

Saat aku lulus SMA, Dicky mengajakku ke suatu tempat. Aku tidak tau apa tujuannya, tetapi aku merasa senang bisa berjalan dengannya. Lalu, aku sampailah disebuah bukit, dan dia tiba-tiba mengungkapkan sesuatu. Dia mengungkapkan perasaannya padaku. Betapa senang hatiku saat mendengar jika dia juga menyukaiku. Saat dia bertanya maukah aku menjadi perempuan yang pertama dan terakhir untuknya, aku langsung menjawab IYA dengan semangat.

Saat ingin mengambil jurusan kuliah, Dicky bicara padaku bahawa ia ingin menjadi dokter agar bisa mengobatiku jika aku terluka. Saat itu pun aku langsung merasa sebuah kasih yang tulus dari hatinya yang paling dalam…

“Hoaam…”
Ternyata rasa kantukku datang juga, aku langsung mematikan laptopku dan berbaring di ranjang. Lalu aku mendengar suara mobil yang baru masuk ke dalam rumah. Aku pastikan kalau itu Ko Rangga. Aku tidak menghiraukannya, aku hanya ingin tertidur pulas malam ini.

Keesokan harinya…

Telpon…
Dicky: Hallo.
Gevely: Hallo Ichy!
Dicky: Kenapa Fel?
Gevely: Ng… Hari ini aku ngga masuk ke kampus yah.
Dicky: Kenapa?
Gevely: Hari ini saudara aku dateng dari Nusa Tenggara…
Dicky: Ya udah, nanti aku bilang ke dosen deh.
Gevely: Makasih yah Chy.
Dicky: Iya, sama-sama.
Gevely: Heart you
Dicky: Heart you too beb

“Kamu udah ijin?” tanya Ko Rangga saat masuk ke dalam kamarku.
“Udah ko, koko ijin sama siapa?”
“Koko ngomong sama Rafael, biar nanti dia yang bilang sama dosen.”
“Sama dong hehe, aku bilang ke Dicky.”
“Ya udah, kamu siap-siap yah, abis ini kita sarapan, terus ke airport yah.”
“Iya, koko tunggu dibawah aja.”
“Ok.” kata Ko Rangga sambil menutup pintu kamarku.

Setelah Ko Rangga keluar, aku langsung bersiap-siap untuk menuju ke airport. Setelah selesai, aku menuruni tangga, sarapan bersama koko, lalu pergi ke Bandara Soekarno Hatta untuk menjemput saudaraku itu.

Di mobil…
“Ko…”
“Hah??”
“Gimana hubungan koko sama ce Deva?”
“Ng… Koko udah ngga ada hubungan apa-apa sama dia de.”
“Koko udah putus?”
“Bisa dibilang.”

Aku hanya bisa terdiam mendengar jawaban kokoku itu.

Ce Deva atau Deva Agustine dulu adalah pacar Ko Rangga. Mereka putus karena Ko Rangga melihat dia selingkuh di depan matanya sendiri. Bagaimana tidak sakit? Ko Rangga melihat langsung ce Deva mencium pipi laki-laki lain di sebuah Mall. Sejak itu, Ko Rangga memutuskannya.

Akhirnya, setelah perjalanan selama 45 menit dari rumahku ke airport. Sampailah aku di Bandara SoeTa. Lalu aku menuju terminal 2F.

Terminal 2F…
“Hallo tante!” sapaku.
“Hallo sayang!” kata tante Ani atau Sulfiani.
“Tante.” sapa Ko Rangga.
“Hallo Rangga!”
“Hello broo!” sapa Ko Rangga pada Ko Reza.
“Hallo Rangga, Gevely!” jawabnya.
“Yuk pulang, pasti kalian cape!” kata Ko Rangga.
“Oh iya! Tante, Ilham mana?” tanyaku.
“Ilham ngga bisa dateng, Ilham ada ujian.”
“Oh…”
“Koko lagi cuti?”
“Iya, koq tau siih?” katanya sambil mencubit pipiku.
“Feeling hahaha…” jawabku.

Setiap kali Tante Ani datang ke rumahku, aku selalu tidak masuk, entah itu sekolah, ataupun kuliah. Karena aku tidak mau meninggalkan pengganti mamaku itu. Tante Sulfiani atau tante Ani adalah adik dari mamaku. Dan Ko Reza (Muhammad Reza Anugrah) adalah anak dari tante Ani yang pertama dan seumuran dengan Ko Rangga, dan anak keduanya adalah Ilham (Muhammad Ilham Fauzie Effendi) dia adalah anak paling kecil diantara aku dengan Ko Rangga.

Di rumah Gevely…
“Ini kamar tante sama Ko Reza, yang betah yah disini.”
“Makasih yah Fely.”
“Sama-sama tante.”
“Ya udah yah, aku ke atas dulu.”
“Ok!”

Di kamarku…

PING… PING… Tanda BBM masuk…

Dicky M. P.
d☑ Hari ini aku boleh ke rumah kamu ngga?? ˆ•ˆ

Gevely S.
d☑ Boleh, emang kenapa??

Dicky M. P.
d☑ Aku cuma mau nganter catetan sama tugas yang dikasih dosen tadi koo

Gevely S.
d☑ Ya udah ┌(˘⌣˘)ʃ

Aku pun menunggu kedatangan Dicky.

TOK… TOK…
Aku pun langsung turun ke bawah dan membukakan pintu untuk Dicky. Kebetulan tante Ani dan Ko Reza sedang berbelanja untuk makan malam nanti.

“Hai…” katanya sambil melambaikan tangan padaku.
“Hai! Masuk yuk!”
“Kamu mau minum apa Chy?”
“Ngga, aku cuma mau nganter ini aja.” Katanya sambil menyodorkan sebuah buku.
“Oh, iya, makasih yah!” ucapku sambil tersenyum.
“Ya udah yah, aku pulang.”
“Koq cepet banget sih? Di sini dulu aja, temenin aku.”
“Maaf Fel, aku harus ngelayat sepupu aku…”
“Hah? Keluarga kamu ada yang meninggal? Turut berduka cita yah…”
“Iya, makasih. Ya udah, aku pulang yah.”
“Iya, makasih sekali lagi yah Ichy. Nanti kita twitteran atau BBM-an aja ”
“Ok. Bye!” jawabnya sambil keluar dari pintu rumahku dan masuk ke dalam mobilnya.
“Bye!” jawabku sambil melambaikan tangan dan melihat mobilnya keluar dari rumahku.

Setelah Dicky pulang, aku masuk ke dalam kamarku. Dan beberapa waktu kemudian, Tante Ani dan Reza pulang. Lalu aku turun mengambil minum. Sesampainya aku di dapur, dapur terasa sepi, mungkin Tante Ani dan Reza ada di ruang tamu. Saat aku berjalan ke tempatku mengambil gelas. Tiba-tiba…

TO BE CONTINUED…

Keep Follow Us: @peacesmashblast

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Februari 2012 in SM*SHBlast Fanfict

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: